Apa itu gravimetri?
• Gravimetri merupakan salah satu metode analisis kuantitatif suatu zat atau komponen yang telah diketahui dengan cara mengukur berat komponen dalam keadaan murni setelah melalui proses pemisahan.
• Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat suatu
unsur atau senyawa tertentu. Metode gravimetri memakan waktu
yang cukup lama, adanya pengotor pada konstituen dapat diuji dan
bila perlu faktor-faktor koreksi dapat digunakan.
• Suatu analisis metode gravimetrik biasanya didasarkan pada
reaksi kimia :
aA + rR → AaRr
Analisis gravimetri dapat berlangsung baik, jika
persyaratan berikut dapat terpenuhi :
• 1. Komponen yang ditentukan harus dapat mengendap secara
sempurna (sisa analit yang tertinggal dalam larutan harus cukup kecil,
sehingga dapat diabaikan), endapan yang dihasilkan stabil dan sukar
larut.
• 2. Endapan yang terbentuk harus dapat dipisahkan dengan mudah
dari larutan (dengan penyaringan).
• 3. endapan yang ditimbang harus mempunyai susunan stoikiometrik
tertentu (dapat diubah menjadi sistem senyawa tertentu) dan harus
bersifat murni atau dapat dimurnikan lebih lanjut (Shevla, 1990).
Kesalahan dalam gravimetri dibagi menjadi dua yaitu :
1. Endapan yang tidak sempurna dari ion yang diinginkan dalam cuplikan.
2. Gagal memperoleh endapan murni dengan komposisi tertentu untuk penimbangan.
Faktor-faktor penyebabnya adalah :
1. Peptisasi ( proses dimana koloid yang menggumpal atau mengkoagulasi larut kembali menjadi partikel-partikel dalam keadaan terdispersi).
2. Kopresipitasi (proses dimana biasanya komponen-komponen dari larutan terbawa oleh endapan atau ikut mengendap ) dari ion-ion pengotor.
3. Postpresipitasi (pengotor akan menempel pada permukaan endapan dan harus cepat dipisahkan dengan cara dekantasi) zat yang agak larut.
4. Kurang sempurna pencucian.
5. Kurang sempurna pemijaran.
6. Pemijaran berlebih sehingga sebagian endapan mengurai.
7. Reduksi dari karbon pada kertas saring.
8. Tidak sempurna pembakaran.
9. Penyerapan air atau karbondioksida oleh endapan.
1. Endapan yang tidak sempurna dari ion yang diinginkan dalam cuplikan.
2. Gagal memperoleh endapan murni dengan komposisi tertentu untuk penimbangan.
Faktor-faktor penyebabnya adalah :
1. Peptisasi ( proses dimana koloid yang menggumpal atau mengkoagulasi larut kembali menjadi partikel-partikel dalam keadaan terdispersi).
2. Kopresipitasi (proses dimana biasanya komponen-komponen dari larutan terbawa oleh endapan atau ikut mengendap ) dari ion-ion pengotor.
3. Postpresipitasi (pengotor akan menempel pada permukaan endapan dan harus cepat dipisahkan dengan cara dekantasi) zat yang agak larut.
4. Kurang sempurna pencucian.
5. Kurang sempurna pemijaran.
6. Pemijaran berlebih sehingga sebagian endapan mengurai.
7. Reduksi dari karbon pada kertas saring.
8. Tidak sempurna pembakaran.
9. Penyerapan air atau karbondioksida oleh endapan.

0 comments:
Post a Comment